#mrat #beritaartis #beritaterkini #infoterbaru

Minggu, 03 Mei 2020

Kisah Pemudik, Tempuh Jalan Tikus Berbahaya Daripada Merana di Jakarta


RupaRuppa - Larangan pemudik oleh pemerintah pusat tidak menyurutkan niat warga untuk kembali ke kampung halaman, meski sadar akan risikonya.
Seorang pemudik yang tinggal di Jakarta, Budi, bukan nama sebenarnya, bersama istri dan kedua anaknya menggunakan mobil pribadi melintasi jalur tikus untuk dapat pulang kampung ke Jawa Tengah meski pemerintah pusat sudah melarang mudik demi menekan penyebaran wabah virus corona.
"Buat apa kami bertahan di Jakarta? Tidak ada pekerjaan, pemasukan nol tapi pengeluaran besar. Pusing dan stres di Jakarta sekarang, lebih baik pulang kampung: nyaman, tentram, tenang, pengeluaran kecil, sayuran tinggal metik," kata Budi kepada BBC News Indonesia Kamis (30/4).
Polisi memperingatkan masyarakat untuk tidak mencoba mudik dengan jalur tikus karena rawan akan tindak kejahatan dan berpotensi menularkan penyakit virus corona selama di perjalanan. 

Pengemudi juga bisa menghadapi risiko terjebak jika dihalau di suatu daerah karena tidak bisa kembali ke daerah asal maupun melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan, menurut polisi.
Pengamat transportasi dan kesehatan meminta masyarakat untuk sadar dan mematuhi keputusan larangan mudik karena keberhasilan menekan penyebaran virus corona bukan hanya ada di pundak pemerintah dan aparat keamanan, namun juga menjadi tanggung jawab warga. 

Menelusuri jalur tikus dari Jakarta ke Jawa Tengah
Dua hari setelah larangan mudik diberlakukan, tepatnya pada Minggu, 26 April lalu, Budi, bukan nama sebenarnya, bersama istri dan dua anaknya berangkat dari rumah di daerah selatan Jakarta sekitar pukul tujuh malam.
Ia merencanakan berangkat malam agar peluang untuk lolos dari penjagaan lebih besar.
Dari Jakarta, Budi memacu mobil pribadinya melalui jalur tol hingga tiba di pos pemeriksaan Cikarang. 
Mobil Budi diperiksa, dan ditanya tentang tujuan oleh petugas dan alasan keluar dari wilayah Jabodetabek. Budi menjawab mau mengunjungi saudara yang sakit di Cirebon dan akan keluar di pintu tol Brebes.
Ternyata, ia tidak bisa membuktikan alasannya sehingga ditolak dan harus putar balik.
Budi pun menghubungi temannya yang bekerja di perusahaan jasa transportasi, yang menyarankan keluar pintu tol Bekasi Timur untuk kemudian menggunakan jalur tikus dari Babelan, Karawang hingga Cirebon.
"Pas lewat Babelan, sekitar jam 10 malam itu, ternyata ada penjagaan namun tidak seketat di Cikarang. Saya ditanya mau kemana? Saya lobi-lobi, bilang ke Cirebon mau jemput orang tua untuk kembali ke Jakarta karena tidak mungkin naik bus yang sudah tidak beroperasi lagi dan rawan kontaminasi.
"Lalu dicek suhu, disemprot disinfektan semuanya, dan dipersilakan jalan, dan diminta hati-hati karena perjalanan di depan akan sepi dan rawan [kejahatan].
"Tidak ada saya kasih uang dan tidak ada minta uang [petugasnya]. Mungkin mereka kasihan lihat anak saya dua dan istri tidur," kata Budi. 

'Antah berantah'
Setelah lolos, Budi dengan keyakinan dan iman yang kuat memacu mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi hingga tiba di Karawang lalu masuk jalur tikus lagi dan akhirnya tiba di Semarang.
"Sepi, hanya beberapa mobil dan mungkin penduduk asli. Saya tidak tahu di mana, ikuti jalan saya, gelap sekali jalannya, dan tengah malam pula. Saya tanya-tanya orang-orang yang nongkrong mau ke sini lewat mana, ya seperti negeri antah berantah.
"Saya baru tahu ada dimana itu waktu tiba di Semarang, sekitar jam 2-3 malam. Nah di Semarang saya kena lagi, plat mobil Jakarta pula. Untung saya tahu jalan saat ditanya karena keluarga istri saya tinggal di Banyumanik. Saya bilang rumah mau pulang ke rumah di Banyumanik, dan saya lolos. Sulit kalau tidak tahu daerah dan tidak bisa lobi, akan ketahuan," ungkap Budi.
Setelah lolos, Budi kembali memacu mobilnya menggunakan jalur desa yang sepi melewati Magelang, Yogyakarta dan tiba ke kampung halamannya di suatu daerah di Jawa Tengah.
"Sepanjang jalan ini, banyak pos-pos pemeriksaan, dan petugas berjaga, tapi tidak berdiri di tengah jalan dan memberhentikan mobil. Tidak macet juga. Mungkin itu pas hari keberuntungan saya juga makanya bisa lolos," kata pria yang bekerja sebagai pegawai swasta di Jakarta.
Setibanya di kampung halaman, Budi dan keluarga melapor ke warga sekitar yang mayoritas adalah memiliki hubungan keluarga. Lalu mereka dicek suhu serta diberi disinfektan, dan akhirnya berbaur dengan masyarakat.
Keberanian Budi dan keluarga melalui jalur tikus yang rawan kejahatan di malam hari tidak lepas dari besarnya tekanan yang dihadapi jika tinggal di Jakarta.
"Pemerintah kalau mau lockdown, rakyat kecil harus diperhatikan, kami jika bertahan di Jakarta akan menderita," ungkapnya.
Budi yang berusia 34 tahun itu pun belum tahu kapan akan kembali ke Jakarta. Mereka kini tengah menjalani hidup sementara di kampung halaman di tengah pandemi Covid-19.

Kepolisian mengakui adanya jalur tikus yang kerap digunakan pemudik untuk lolos dari penjagaan.
"Kami tidak mungkin menyekat semua jalan, tidak mungkin bisa jaga di seluruh pelosok-pelosok. Prinsipnya ketika ketangkap kami suruh pulang. Kami ingatkan mereka akan rugi jika tetap nekad.
"Misal dia lolos di kabupaten A, dia bisa terjaring di kabupaten berikutnya karena setiap kabupaten ada penyekatan. Syukur-syukur sampai tujuan, kalau tidak dia akan rugi karena tidak bisa pergi dan tidak bisa pulang, terjebak di daerah itu, ke arah timur ditutup, ke arah barat ditutup," kata Kepala Bagian Operasional Korlantas Polri Kombes Benyamin saat dihubungi BBC News Indonesia.
Benyamin pun menyarankan warga untuk mengurungkan niatnya untuk mudik demi keselamatan bersama, baik untuk diri sendiri maupun keselamatan keluarga di daerah tujuan.
"Kami imbau untuk tetap di rumah, tidak mudik, satu kali tahun ini saja karena kita tidak tahu sebagai carrier [pembawa virus]. Kelihatan sehat tapi sampai sana malah menyebarkan penyakit dan kita juga tidak tahu malah tertular di daerah tujuan dan ketika kembali ke kota malah bawa penyakit," kata Benyamin.
Benyamin menyebut, selama larangan mudik diberlakukan, terdapat banyak cara pengemudi dan penumpang mengelabui petugas.
"Kemarin juga kami temukan, di perbatasan Karawang-Bekasi, tapi bukan jalur tol. Busnya kosong, lampu gelap, begitu diberhentikan dicek di dalamnya ada perempuan sembunyi di toilet, kemudian di bagasi ada isi manusia. Oh ya sudah balik kanan, kembali lagi,"katanya. 

Sanksi berat bagi petugas curang
Selain itu, Benyamin juga mengingatkan kepada para petugas di lapangan untuk tidak bermain curang dengan menerima uang dari pengendara pribadi supaya bisa lolos penyekatan.
"Alangkah bodohnya siapapun petugas yang melakukan [kecurangan], dan alangkah tidak manusiawi mereka bermain di tengah wabah ini.
"Jadi misal ada yang memanfaatkan dengan bermain di belakang, menerima uang untuk meloloskan, dijamin sanksinya akan sangat berat," kata Benyamin.
Benyamin mengatakan, namun peluang kecurangan tersebut kecil karena operasi yang dilakukan melibatkan instansi lain seperti TNI, dinas perhubungan, dan kesehatan.
Senada dengan hal tersebut, pengamat transportasi Darmaningtyas menyebut larangan mudik demi mencegah penyebaran Covid-19 tidak akan berhasil jika hanya mengharapkan kekuatan dari petugas keamanan, tanpa ada bantuan dari publik.
"Disiplin itu tidak hanya untuk para aparat, tapi juga warga sendiri harus belajar disiplin bahwa kebijakan ini diberlakukan dalam rangka mencegah perluasan virus ke daerah-daerah. Selama filosofi itu tidak dipahami, maka petugas di lapangan tidak bisa tegas, sebaliknya masyarakat juga mencari-cari cara untuk melanggar," kata Ketua Institut Studi Transportasi tersebut.
Darmanigtyas juga menilai bagi pemudik yang menggunakan jalur tikus akan menciptakan dampak berlapis baik untuk keselamatan jiwa dari tindak kejahatan, hingga berpotensi menyebarkan virus kepada orang-orang selama di perjalanan. 

Diskresi di tengah larangan mudik
Pemerintah mengeluarkan keputusan larangan mudik yang berlaku dari 24 April hingga 31 Mei mendatang.
Artinya, segala moda transportasi baik pribadi maupun umum, baik darat, laut dan udara, dilarang beroperasi untuk mengantarkan pemudik.
Larangan mudik itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.
Dalam aturan itu juga tertuang sanksi bagi yang melanggar berupa denda Rp100 juta dan hukuman kurungan satu tahun.
Dari 24 April hingga 7 Mei 2020, polisi masih menggunakan cara persuasif dengan cara menghalau atau melarang mereka saat di jalan. Namun, setelah periode tersebut, jika ada yang masih melanggar maka bisa dikenakan sanksi.
Polisi memberikan diskresi dalam pelaksanaan keputusan tersebut dengan mengizinkan warga untuk keluar atau masuk wilayah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan zona merah penyebaran Covid-19 dengan alasan kedaruratan dan kemanusiaan.
"Seperti mengunjungi kerabat yang sakit keras atau meninggal dunia, lalu seperti rumah di Jakarta kerja di Karawang. Alasannya bukan mudik karena mudik itu dilarang. Itu semua tergantung penilaian anggota di lapangan yang menentukan," kata Benyamin.
"Diskresi diberikan setelah dilakukan pemeriksaan yang ketat seperti jika alasan keluarga sakit parah atau meninggal dunia. Petugas lapangan akan menanyakan foto, video dan menghubungi pihak keluaraga itu. Penilaiannya ketat dan tidak sembarangan."
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2020, Polri mengerahkan 175.000 personel gabungan dari polisi, TNI, dinas perhubungan, dinas kesehatan, Satpol PP dan pihak lainnya.
Pasukan gabungan ini tidak termasuk dengan pos-pos pengawasan di daerah yang dibawah polres dan polda masing-masing.
Namun, Darmaningtyas menyebut tidak perlu ada diskresi dalam pelaksanaan larangan mudik.
"Kalau kebijakan itu ada perkecualian pasti tidak akan pernah berhasil baik karena memunculkan celah dan kemungkinan pelanggaran. Di kasus ini, memungkinkan orang lolos dan bisa mudik dengan alasan apapun sehinga berpotensi menyebarkan virus corona," katanya. 

Apa bahaya mudik?
Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono menilai mudik berpotensi mempercepat penyebaran virus corona dan memicu lonjakan korban meninggal.
"Mereka yang mudik ini pulang ke kampung dan tidak tahu membawa virus karena tidak dites, lalu ketemu orang tua dan sanak saudara dan menginfeksi mereka. Dari daerah yang tidak ada virus lalu menjadi terpapar dan terjadi perluasan penyebaran infeksi," kata Pandu.
Ditambah lagi, kata Pandu, daya tampung dan fasilitas rumah sakit di daerah sangat terbatas.
Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik dari Universitas Indonesia, Amin Soebandrio, juga menyebut mudik dapat meningkatkan secara tajam jumlah orang yang terpapar virus corona dan menyebarkannya hingga ke desa-desa.
"Hitungan kasar, jika satu orang menularkan ke dua hingga empat orang, dan ada seribu yang membawa virus ke daerahnya. Maka satu hingga dua minggu ke depan akan ada 2.000-4.000 kasus baru. Lalu mereka menularkan lagi ke dua hingga empat orang, lalu lagi dan lagi. Bisa kita bayangkan pertambahan jumlah kasus? Meningkat tajam," ujarnya.

Share:

Menu Simpel! Mie Dok Dok Ala Rumahan



Puasa sudah lebih dari satu minggu, bagi kamu yang hobi membuat kudapan untuk sahur dan buka puasa pastinya selalu mencari resep panganan yang dapat disantapn bersama keluarga.
WFH seperti ini ternyata bisa membuat kita jadi lebih kreatif, dengan banan yang sangat sederhana, kita dapat memasak makanan sepeti yang ada di luar rumah.
Nah menu simpel kali ini yang bisa kamu buat di rumah, adalah mie dok dok. Pasti kalian sangat akrab dengan makanan ini, hampir semua orang pasti menyukainya. Yuk, ikutin cara simpel membuat mie dok dok ala rumahaan pada video berikut ini!!
Share:

Kehabisan Gelas, Penampakan Tempat Minuman Ini Bikin Ngakak


RupaRuppa - Beberapa penjual minuman di Indonesia, umumnya masih menggunakan gelas plastik ataupun plastik bening sebagai tempat. Namun, belakangan seorang warganet membagikan kisahnya saat membeli minuman, tapi penjual tersebut kehabisan gelas plastik.
Alhasil, penjual menggunakan tempat tak terduga sebagai wadah minuman. Dibagikan oleh akun Twitter @inuurl pada 30 April, pemilik akun mengunggah sebuah gambar.
Menurut keterangannya, ia membeli minuman Pop Ice namun karena penjualnya kehabisan gelas plastik, minuman yang dibelinya akhirnya terpaksa ditempatkan di styrofoam yang umumnya digunakan sebagai tempat seblak.

"Niat beli Pop Ice buat buka puasa tapi malah keabisan cup dan pake tempat seblak," tulis pemilik akun @inuurl dalam kolom keterangan.

Dalam gambar yang dibagikannya tampak terlihat Pop Ice yang telah diblender hingga memiliki tekstur yang tidak terlalu cair dan ditempatkan di dalam styrofoam beralaskan plastik.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 700 kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet.
"Kayak pasir pantai jadinya," tulis akun @rvts2__.
"Kirain es serut," komentar @Allenss_.
"Sebuah konsep baru," tambah @_Pratiwsn.
"Ya Allah ngakak liatnya. Bingung itu minumnya gimana?" ungkap @camnashtwins.
"Bukannya minum malah makan," cuit @keranglaut_.

Share:

Sabtu, 02 Mei 2020

Waduh ! Disuruh Belanja ke Warung, Pulangnya Pria Ini Malah Bawa Istri Baru


ilustrasi

Disuruh belanja bahan santapan di warung, laki- laki ini pulang- pulang malah membawa istri baru. Si bunda yang menyuruhnya belanja juga ngamuk hingga wajib lapor polisi.

" Aku menyuruh anak aku beli bahan santapan hari ini, tetapi dikala dia kembali, ia menggandeng seseorang perempuan yang nyatanya istrinya. Aku belum ingin merestui mereka," kata si bunda dengan berurai air mata, semacam dilansir dari Agensi Kabar ANI, Jumat( 1/ 5/ 2020).

Usut memiliki usut, kejadian yang terjalin di Sahibabad, India ini terjalin sebab sesungguhnya si anak yang bernama Guddu telah menikah diam- diam di luar kota semenjak 2 bulan kemudian saat sebelum India lockdown.

" Kami telah menikah tetapi akta nikahnya belum kami miliki sebab tidak terdapat saksi. Sebelumnya aku mau kembali ke kota Haridwar buat mengurus, eh tetapi malah lockdown," kata Guddu.

Sesaat sehabis menikah, Guddu bawa istrinya Savita buat tinggal di rumah kontrakan di Delhi, tetapi apes, sebab setelah itu India mempraktikkan lockdown, istrinya dimohon keluar dari kontrakannya.

" Hari ini aku bawa perempuan yang baru saja aku nikahi ke rumah bunda aku soalnya Savita baru saja diusir dari kontrakan," kata Guddu menarangkan.

Si bunda kayaknya masih syok sebab awal mulanya ia cuma menyuruh anaknya belanja tetapi pulang- pulang kok malah membawa istri yang baru dinikahi diam- diam. Hati si bunda juga belum luluh buat menerima menantunya.

Buat dikala ini, kepolisian setempat wajib turun tangan serta memohon owner kontrakan supaya ingin menampung Guddu serta istrinya, Savita.
Share:

Viral Nasi Lauk Pengajian Tumpah Ruah, Warganet: Kenyang Sampai 2025, nih!



Pengajian di Indonesia identik dengan suguhan berbentuk nasi serta pula lauk pauk. Umumnya, nasi serta lauk pauk ini hendak dimakan bersama oleh para tamu pengajian sehabis kegiatan berlangsung.

Terdapat yang disuguhkan dalam kemasan berbentuk nasi kotak. Tetapi terdapat pula yang disajikan dengan metode prasmanan sehingga para tamu undangan pengajian bisa berbincang sembari menyantap santapan.

Bicara soal santapan di pengajian, belum lama ini publik terbuat melongo oleh suatu gambar yang diunggah oleh warganet.

Dalam gambar tersebut, sekilas tidak terdapat yang aneh. Cuma nampak sebagian orang duduk dalam kegiatan pengajian.

Namun bila dilihat lebih dekat, warnanya suguhan nasi lauk yang terdapat di tengah ruangan tersebut porsinya lumayan mencuri atensi warganet.

" Kenyangnya dapat hingga Idul Adha," tulis account Twitter@mhmdsairaji dilansir Suara. com, Jumat( 1/ 5/ 2020).

Tidak cuma satu ataupun 2 piring, beberapa tumpeng nasi liwet serta lauk pauk tumpah ruah di dalam ruangan tempat pengajian tersebut diselenggarakan.

Tidak hanya itu, terdapat lauk pauk berbentuk telur, tempe bacem, sayur- mayur sampai mie goreng yang ada di dalam ruangan pengajian tersebut.

Sontak penampakan nasi lauk yang banyaknya tumpah ruah ini jadi sorotan warganet.

Tidak sedikit apalagi warganet yang membagikan bermacam asumsi melalui kolom pendapat.

" Kenyangnya hingga Lebaran tahun 2025 ini," sebut seseorang warganet.

" Pengen bantuin ngehabisin, kasihan mubazir nanti," imbuh warganet yang lain.

" Ayah pakaian kuning said Ya Allah ini gimana ngehabisinnya," timpal warganet lain yang terheran- heran memandang penampakan nasi lauk pauk itu.

" Ngelihat itu aja saya udah kenyang," ungkap warganet lain.

Wah, jatah nasi serta pula lauk pauk yang disediakan dalam pengajian itu memanglah banyak sekali, ya. Apakah travelers pula sempat hadapi peristiwa seragam dikala mendatangi pengajian? Nyatanya kenyang banget bila wajib menyantap suguhan sebanyak ini.

Share:

Sering Berhubungan Seks Bikin Pasangan Cepat Hamil, Ah Masa ?



Nyaris tiap pendamping menikah pasti mau buat lekas mempunyai generasi. Tetapi, tidak seluruh rencana serta keingan tersebut senantiasa berjalan lembut.

Sebagian mesti menunggu bertahun- tahun buat dapat mempunyai anak. Tetapi mengerti kah Kamu terdapat frekuensi seks yang didukung sains yang bisa menolong pendamping berbadan dua?

Semacam dikutip dari Times of India, Jumat( 1/ 4/ 2020) rata- rata, pendamping berhubungan seks 78 kali dari dikala mereka mulai berupaya sampai dikala mereka memperoleh hasil yang positif. Jumlah 78 kali ini tersebar sepanjang 158 hari ataupun dekat 6 bulan.

Suatu riset mensurvei 1. 194 orang tua serta menciptakan kalau sebagian besar pendamping melaksanakan ikatan seks 13 kali sebulan kala mereka berupaya buat berbadan dua. Walaupun kerap berhubungan seks bisa jadi terdengar mengasyikkan, namun terdapat kecemasan tertentu dikala berupaya buat hamil

Banyak orang apalagi mengakui kalau berhubungan seks kala berupaya buat berbadan dua terasa semacam tanggung jawab. Sebanyak 43 persen orang merasakan tekanan buat berbadan dua serta khawatir mereka tidak hendak sempat dapat melaksanakannya.

Sedangkan itu, sebagian orang yakin konsepsi bergantung pada posisi seks. Posisi yang sangat terkenal merupakan misionaris yang digunakan oleh 3 perempat pendamping, diiringi oleh doggy gaya, yang digunakan oleh 36 persen orang.

Bagi banyak pakar, pendamping hendaknya tidak melaksanakan ikatan seks lebih dari sekali per hari, saat berupaya buat berbadan dua. Walaupun mereka bisa jadi berpikir lebih banyak seks berarti peluang yang lebih baik buat berbadan dua, namun sesungguhnya melaksanakan ikatan seks sangat kerap bisa merendahkan jumlah mani yang sehat.

Tidak hanya itu, pula terdapat waktu yang pas berhubungan seks supaya kilat berbadan dua. Tidak tiap hari sama untuk perempuan buat berbadan dua, sebab mereka mempunyai sebagian hari yang dikira sangat produktif. Periode produktif ini meliputi 5 hari saat sebelum ovulasi serta sampai hari ovulasi.

2 hari kamu berovulasi serta hari ovulasi mempunyai mungkin konsepsi paling tinggi. Berhubungan seks pada hari- hari ini berikan kamu kesempatan terbanyak buat berbadan dua.

Sepanjang ovulasi, ovarium kamu membebaskan sel telur yang matang. Telur ini turun ke saluran tuba dalam ekspedisi mengarah rahim.

Pada rutinitas ini, mani mungkin besar penuhi telur yang sudah dibuahi. Mani bisa hidup sepanjang dekat 5 hari di dalam badan perempuan. Jadi, kala berupaya buat berbadan dua, tujuan Kamu sepatutnya mempunyai mani hidup di saluran tuba dikala Kamu berovulasi .


Share:

Kurangi Kerumunan, Dhimas Siap Antar Mi Ayam Instan ke Rumah Warga Jogja



Di rumahnya di Jalan Pahlawan No 90 Wates, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Dhimas Agil bersama ayahnya mengemas mi mentah serta sayuran dan ayam yang sudah dimasak ke dalam wadah plastik dan mika.
Sudah kurang lebih satu tahun Dhimas bersama ayahnya mencoba peruntungan dengan menjual mi ayam. Usahanya itu sebenarnya berawal dari kegemaran Dhimas untuk menyantap mi ayam sejak SMA.
Namun akibat pandemi Covid-19, penjualan warung Mi Ayam dan Bakso Mas Dimul ini turun drastis. Tidak kehabisan akal, Dhimas menciptakan sebuah inovasi untuk solusi masyarakat yang ingin mengkonsumsi mi ayam, tapi dengan tetap di rumah saja.
Selain tetap membuka warung mi ayamnya untuk berjaga jika ada tamu yang mungkin mampir, Dhimas kini juga menjual mi ayam dalam bentuk instan atau mentah. Pembeli tidak perlu repot-repot harus datang ke warungnya, melainkan bisa memesan secara online.
"Karena memang momennya sedang puasa dan di samping karena dampak wabah covid-19 juga, intinya inovasi ini dibutuhkan agar penjualan juga tetap berjalan," ujar Dhimas Agil, saat ditemui SuaraJogja.id di warung mi ayamnya, Jumat (1/5/2020).
Dhimas mengatakan, pada Ramadan sebelumnya warungnya bisa menjual sekitar 100 mangkok mi ayam. Namun untuk Ramadan 2020 ini, ditambah adanya imbauan dari pemerintah untuk tetep di rumah, pengunjung yang datang dan membeli mi ayam di warungnya hanya hitungan jari saja.
Untuk menarik pembeli lebih banyak lagi, mi ayam instan atau mentah ini kemudian dipasarkan melalui media sosial, baik Instagram maupun WhatsApp. Saat ini Dhimas masih belum menarik ongkos kirim untuk pengiriman di daerah sekitar Wates dan Pengasih, sedangkan untuk jarak jauh pihaknya memberikan batas minimal jumlah porsi pembelian mi ayam.
“Saya pasarkan melalui Instagram, grup WhatsApp. Biasanya saya sendiri yang mengantarkan ke pemesan di sekitar Wates dan Pengasih sini. Kemarin ada pesanan cukup banyak juga dari Sardjito,” imbuhnya.
Satu bungkus mi ayam mentah yang tinggal direbus ini dijual dengan harga Rp8.000 atau bisa dibilang lebih murah Rp2.000 jika membeli langsung di warungnya. Mi ayam inovasinya ini dapat bertahan selama dua hari jika disimpan dalam lemari es.
Ia menuturkan, pesanan mi ayam instan sendiri cukup mengangkat pemasukannya dalam berjualan mi ayam. Jika hanya mengandalkan pembelian yang langsung datang ke warung, pihaknya mengaku kesulitan untuk mendapat pemasukan.
Dhimas Agil mengaku, di saat pandemi Covid-19 banyak orang yang tidak keluar rumah, sehingga kondisi ini dimanfaatkan dengan berjualan makanan siap antar ke pembelinya, ditambah juga keunggulannya yang bisa dibuat sendiri di rumah dengan tambahan sesuka hati, dan yang terpenting tetap hangat dan nikmat saat disajikan.


Share:

Kamis, 30 April 2020

Coba Yuk! Ide Produk yang Laku Saat Corona




Di tengah menurunnya perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19, ternyata ada beberapa jenis produk yang laku saat corona, bahkan mengalami peningkatan pembelian. Ini bisa jadi ide untuk business shifting, khususnya bagi Anda yang bergerak di bidang perdagangan.
UMKM bidang perdagangan termasuk yang tidak terlalu sulit untuk melakukan shifting, karena bisa lebih fleksibel dalam pemasarannya. Nah, produk-produk berikut ini dapat menjadi pilihan untuk Anda jual dalam masa pandemi Corona sekarang.

1. APD (Alat Perlindungan Diri) Bidang Kesehatan

Permintaan terhadap APD kesehatan ini sempat mengalami kenaikan yang luar biasa akibat panic buying dan limited supply. Kenaikan permintaan bahkan mencapai 600% atau 6 kali lipat dari saat biasa.
Meski saat ini harga mulai berangsur turun dari yang sebelumnya menggila, permintaan APD diprediksi masih akan tinggi hingga 2 – 3 bulan ke depan. Anda dapat menjual masker, sarung tangan disposable, dan jenis APD kesehatan lainnya.

2. Alat Olahraga Mandiri

Dengan adanya PSBB, kegiatan olahraga di luar rumah menjadi berhenti sama sekali. Bahkan, aktivitas di gym-gym pun menurun karena banyaak kekhawatiran akan penularan. Ke depannya, tren ini bisa bertahan dan membentuk sebuah kebiasaan baru di kalangan masyarakat.
Penjualan alat bantu olahraga mandiri di rumah bahkan melonjak hingga 300%. Ini tentu peluang yang sangat bagus di masa korona.

3. Perlengkapan Cuci Piring

Semakin banyak aktivitas dilakukan di rumah masing-masing menjadikan kegiatan makan menghasilkan banyak cucian. Peningkatan penjualan bahan dan perlengkapan cuci piring seperti spons, sikat, dan sebagainya bahkan mencapai 207%.

4. Alat Monitor Kesehatan

Masa pandemi semakin membuat orang aware terhadap kesehatannya masing-masing. Mereka menjadi ingin tahu tentang kondisi tubuhnya secepat mungkin tanpa harus dibantu tenaga kesehatan.
Ini membuat alat monitor kesehatan berbentuk jam tangan, gelang, dan sebagainya jadi produk yang laku saat corona. Peningkatan penjualan mencapai 182% dibandingkan momen biasa.

5. Perlengkapan Kamar Mandi

Meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya cuci tangan membuat permintaan terhadap produk terkait semakin tinggi. Baik berupa sabun, pasta gigi maupun alat minor lain, semua mengalami peningkatan hingga 160%.
Tidak hanya berupa bahan, peningkatan juga terjadi dalam bentuk perlengkapan yang membuat suasana mandi lebih nyaman. Seperti tempat sabun cair, tempat sikat, tempat odol, dan semacamnya.

6. Perlengkapan Memasak

Masa physical distancing banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mencoba hal yang selama ini hanya diidamkan. Salah satunya adalah memasak.
Ini waktunya mereka mengembangkan kemampuan memasaknya dengan mencoba resep baru. Video panduan memasak juga mengalami peningkatan view yang signifikan. Sementara penjualan perlengkapan memasak meningkat sebesar 160% selama masa Pandemi.

7. Produk Peralatan Kerajinan Tangan

Selain memasak, hobi lain yang juga banyak diminati adalah prakarya atau membuat kerajinan DIY (Do it Yourself). Dari yang berbahan benang, kain, kertas, manik-manik dan sebagainya menjadi produk yang laris saat Corona.
Kegiatan ini memang mengasikkan dan dapat menjadi aktivitas yang mendidik bersama anak yang juga sekolah di rumah. Potensi ini melejitkan penjualan produk bahan dan alat kerajinan mencapai 117% di banding hari biasa.

8. Produk Perawatan Wajah dan Tubuh

Bagi perempuan, merawat wajah dan tubuh tak boleh dibatasi oleh pandemi. Kebutuhan perawatan yang biasanya dilakukan di salon, mau tak mau harus dilakukan secara mandiri.
Peningkatan permintaan terhadap produk facial and body care ini cukup signifikan, mencapai 212% jika digabungkan. Sebagai produk yang memang special needs, produk ini dapat bertahan secara stabil bahkan setelah pandemi.
Nah, sudah putuskan produk yang laku saat Corona mana yang akan Anda jual. Anda dapat memulai dari yang paling dibutuhkan oleh anggota keluarga Anda. Karena itu berarti, keluarga orang lain mungkin juga membutuhkannya.
Share:

Pendiri Zoom Eric Yuan Makin Kaya karena Pandemi Corona, Ini Kisahnya



Kemungkinan Anda baru mengetahui Eric Yuan beberapa minggu ini atau bahkan belum tahu siapa dia. Tetapi karena pengusaha asal China yang mengembangkan Zoom inilah sekarang Anda dapat berkomunikasi dengan teman-teman meskipun sedang dalam karantina akibat pandemi corona Covid-19.
Untuk pertama kali dalam hidupnya, Eric Yuan, pendiri perusahaan konferensi video Zoom, masuk daftar miliarder Forbes, dengan kekayaan yang diperkirakan senilai US$7,8 miliar atau Rp120 triliun.
Yuan dilahirkan di provinsi Shandong, China.
Setelah mempelajari permesinan di salah satu perusahaan raksasa Asia, dia bekerja selama empat tahun di Jepang sebelum bekerja di Amerika Serikat.
Sempat ditolak tinggal dan bekerja di AS
Yuan terinsipirasi Bill Gates. Tantangan yang dihadapinya saat tiba di negara terkaya di dunia tersebut adalah bagaimana dapat menjadi pemenang di dunia inovasi teknologi yang sedang berkembang pesat di pertengahan tahun 1990-an di California.
Dia sempat ditolak beberapa kali sebelum akhirnya diizinkan tinggal dan bekerja di AS.
Pada tahun 199, di umur 27 tahun, akhirnya Yuan dapat memulai kehidupan baru di Silicon Valley.
Disana dia menemukan tempat di mana dirinya dapat mengembangkan keterampilannya.
Yuan bekerja sebagai programer di perusahaan WebEx. Sepuluh tahun kemudian, perusahaan tersebut dicaplok Cisco Systems. Dan di tempat itulah Yuan kemudian menjadi pimpinan bagian Engineering.
Yuan mengatakan ide mengembakan Zoom muncul ketika ia dalam perjalanan 10 jam di kereta untuk mengunjungi pacarnya.
Ide ditolak dan mendirikan perusahaan sendiri: Zoom
Pada tahun 2011, pengusaha teknologi ini memberikan presentasi kepada para eksekutif Cisco.
Dia menjelaskan sebuah aplikasi untuk mengadakan konferensi video, dengan menggunakan komputer kantor dan tablet, disamping juga telepon genggam.
Tetapi ide tersebut ditolak.
Yuan mengundurkan diri dari perusahaan tersebut dan kemudian mendirikan usahanya sendiri: Zoom.
“Saya pertama kali memikirkan Zoom saat menjadi mahasiswa di China. Saya harus menggunakan kereta selama 10 jam untuk menemui seseorang, yang sekarang menjadi istri saya,” kata Yuan dalam wawancara dengan Medium.
“Saya tidak menyukai perjalanan tersebut dan membayangkan berbagai cara lain untuk dapat menemuinya tanpa harus melakukan perjalanan.”
“Inilah yang akhirnya mendasari Zoom,” katanya.
Bantuan teman dan keluarga
Setelah mengundurkan diri dari Cisco, Yuan kesulitan mencari investor untuk merealisasikan proyeknya. Bisnis ini dipandang sudah jenuh dan tidak ada lagi tempat bagi pesaing baru.
Dia kemudian berusaha menghimpun dana dari teman-teman dan keluarga, demikian dilaporkan Financial Times.
“Pemilihan waktu yang tepat adalahsuatu hal yang sangat penting bagi perusahaan,” katanya. Peningkatan pemakaian telepon pintar dan teknologi penyimpanan informasi di cloud yang memungkinkan terciptanya produk seperti Zoom.
Tetapi bahkan istrinya sebenarnya tidaklah yakin, kata Yuan kepada Forbes.
Meskipun demikian sebagai seseorang yang sering melakukan perjalanan bisnis, dia tetap melihat perlunya pengembangan platform yang menfasilitasi rapat jarak jauh.
Lonjakan karena wabah
Perusahaan terus berkembang, pada bulan April tahun lalu, masuk di pasar saham dan mencatat keberhasilan saat masuk Nasdaq.
Sejak saat itu, harga saham Zoom meningkat dalam kelompok kategori perangkat lunak cloud.
Di tengah pandemi, pasar keuangan anjlok, namun harga saham Zoom naik hampir 14% sejauh ini.
Bulan Desember lalu, perusahaan ini mencatat 10 juta pengguna sehari, bulan Maret tahun ini 200 juta dan sejauh ini sampai April 300 juta, menurut data dari perusahaan itu.
Pasar memperkirakan keberhasilan Yuan meningkat lebih dari US$40 miliar dalam waktu tiga bulan saja karena masa karantina pandemi Covid-19 dan meningkatnya permintaan untuk komunikasi jarak jauh.
Mudah digunakan, tapi sistem keamanan dipertanyakan
Mengapa perusahaan ini melampaui perusahaan lain seperti Skype milik Microsoft atau Google Hangouts?
Para pakar teknologi sepakat bahwa tingginya penggunaan Zoom karena muda digunakan, dan pengguna tak perlu mendaftar, dengan 100 orang dapat bergabung, dan juga gratis, untuk masa komunikasi selama 40 menit.
Graham Cluley, konsultan keamanan siber Inggris mengatakan kepada BBC bahwa dalam belakangan muncul pertanyaan soal keamanan.
"Banyak peneliti keamanan internet meneliti kode, dan sebagian menemukan ada masalah keamanan," kata Cluley.
Namun, tambahnya, perusahaan itu segera mengeluarkan perangkat lunak tambahan untuk meningkatkan sistem keamanan.
"Zoom mungkin tidak ideal untuk politisi tingkat tinggi membicarakan isu sensitif, namun bagi sebagian besar orang, Zoom merupakan pilihan," tambahnya.
Share:

Resep Kolak Biji Salak Ubi Ungu Tanpa Gula Merah, Inspirasi Menu Buka Puasa

RupaRuppa - Kolak, termasuk kolak biji salak makanan khas Nusantara satu ini memang punya beragam jenis. Kamu bisa membuatnya di rumah sesuai selera dan kesukaanmu.
 
 Nah, untuk buka puasa kali ini, kolak biji salak ubi ungu tanpa gula merah bisa menjadi pilihanmu. Untuk membuatnya cukup mudah, berikut resep kolak biji salak ungu dikutip dari channel YouTube Resep Masakan Nusantara.
Bahan:
300 gram ubi ungu rebus
150 gram tepung tapioka
1/8 sdt garam
20p gram gula putih
300 ml air
180 ml santan
1 sdm larutan tapioka
1 lembar daun pandan, ikat

Cara membuat kolak biji salak ungu:
1. Haluskan ubi rebus.
2. Masukan tepung tapioka dan garam, uleni sampai kalis.
3. Bentuk bulat agak lonjong.
4. Rebus sampai mengambang. Angkat dan sisihkan.
5. Masukan air, gula, dan pandan, kemudian rebus sampai larut.
6. Masukkan biji salak dan larutan tapioka, masak sampai mengental dan biji salak matang. Sisihkan.
7. Rebus santan di panci berbeda, tambahkan garam. Terus aduk agar santan tidak pecah dan biarkan hingga mendidih. Matikan api.
8. Sajikan kolak biji salak ubi ungu dengan siraman santan. Selamat mencoba.
Share:

Hukum Waris Islam, Ketahui 4 Syarat dan 3 Rukunnya


Ajaran Islam mengenal hukum waris dengan sangat rinci. Mulai dari penentuan siapa yang berhak dan tidak hingga jumlah yang diterima setiap ahli waris.
Selain itu, perlu diketahui juga tentang syarat dan rukun hukum yang penting diperhatikan sebelum memutuskan besarnya jumlah bagian ahli waris.
Terdapat 4 syarat dalam warisan menurut Islam berdasarkan penjelasan Dr. Musthafa Al-Khin, sebagaimana dilansir dari situs resmi Nahdlatul Ulama, NU Online.
Menurutnya, dalam kitab al-Fiqhul Manhaji, (Damaskus: Darul Qalam, 2013, jil. II, hal. 274) disebutkan ada 4 (empat) syarat yang mesti dipenuhi dalam warisan.
1. Orang yang mewariskan harta benar-benar telah meninggal dunia
Bila orang yang hartanya akan diwaris belum benar-benar meninggal, misalnya dalam keadaan koma, maka harta tersebut belum dapat diwariskan kepada ahli waris yang berhak. Ini dikarenakan adanya warisan itu karena adanya kematian.
Selain telah meninggal harta warisan juga bisa dibagi bila seseorang dinyatakan meninggal secara hukum oleh hakim. Seperti dalam kasus seorang yang telah lama hilang tanpa diketahui kabarnya kemudian atas ajuan pihak keluarga hakim memutuskan bahwa orang tersebut telah meninggal dunia.
2. Ahli waris yang akan mendapat warisan benar-benar hidup, meskipun masa hidupnya hanya sebentar saja
Jadi, meskipun tak lama setelah meninggalnya si mayit (pewaris), dalam hitungan menit misalnya, ahli waris menyusul meninggal, maka si ahli waris ini tetap berhak mendapatkan bagian warisan.
3. Diketahui dengan jelas hubungan ahli waris dengan si mayit
Hubungan yang dimaksud merupakan hubungan kekerabatan, pernikahan, atau memerdekakan budak (walâ’).
4. Satu alasan yang menetapkan seseorang bisa mendapatkan warisan secara rinci
Syarat ini dikhususkan bagi seorang hakim untuk menetapkan apakah seseorang termasuk ahli waris yang berhak menerima warisan atau tidak.
Misalnya, saksi mengatakan kepada hakim bahwa “orang ini adalah ahli waris”. Hakim tidak bisa menerima kesaksian dengan ucapan begitu saja.
Dalam pernyataannya, saksi harus menjelaskan alasan kepewarisan orang tersebut terhadap si mayit.
Rukun warisan ada 3 (tiga) yakni:
1. Orang yang mewariskan (al-muwarrits), yakni mayit yang diwarisi oleh orang lain yang berhak mewarisinya.
2. Orang yang mewarisi (al-wârits), yaitu orang yang bertalian dengan mayit dengan salah satu dari beberapa sebab yang menjadikan ia bisa mewarisi.
3. Harta warisan (al-maurûts), yakni harta warisan yang ditinggalkan mayit setelah kematiannya. (Yazid Muttaqin).

Share:

Rabu, 29 April 2020

Ngeri ! Virus Corona Bisa Bertahan di Toilet Umum Berjam-jam


RupaRuppa - Sebuah studi baru telah mengungkapkan bahwa virus corona Covid-19 bisa bertahan di udara dan di tempat umum, seperti transportasi dan toilet umum.
Peneliti dari Universitas Wuhan menemukan bahwa virus corona Covid-19 itu bisa bertahan selama berjam-jam di tempat umum.
Dalam studi itu, tim peneliti mengambil sampel dari 30 lokasi di seluruh Wuhan termasuk fasilitas umum di dalam rumah sakit dan perkotaan.
Analisis sampel mengungkapkan bahwa sebagian besar area publik, termasuk supermarket dan bangunan tempat tinggi justru memiliki tingkat partikel virus di udara yang rendah.
Tetapi, sampel yang diambil dari toilet umum di rumah sakit justru menunjukkan jumlah virus yang berbeda. Hasil sampel dari toilet umum cukup mengejutkan peneliti.
Karena, tingkat partikel virus di udara jauh lebih tinggi di toilet umum. Kondisi ini mungkin dipengaruhi oleh banyak macam.
"Airbone SARS-CoV-2 bisa berasal dari napas pasien atau aerosol yang sarat virus dari kotoran atau urine pasien selama penggunaan toilet," ujar para peneliti dalam laporannya yang diterbitkan di Nature dikutip dari Mirror.
Sementara itu, tim peneliti juga menemukan konsentrasi tinggi di ruangan staf medis melepaskan peralatan serta pakaian pelindungnya.
Hasil survey peneliti dalam ruangan ini menunjukkan bahwa partikel virus dari masker, sarung tangan dan APD sangat mudah mengontaminasi udara di dalamnya.
Tim peneliti tidak memeriksa partikel-partikel kecil virus di udara ini bisa menyebabkan infeksi pada manusia atau tidak. Tetapi, peneliti menduga bahwa partikel virus di udara itu memiliki kemungkinan menginfeksi.
Profesor Ke Lan, pemimpin penelitian ini mengatakan transmisi aerosol SARS-CoV-2 mungkin terjadi selama bernapas atau berbicara. Lalu, berdampak pada orang-orang di sekitarnya, baik yang dekat maupun jauh dari sumbernya.

Studi mengenai partikel virus di udara dan toilet umum ini muncul setelah para peneliti dari Asosiasi Jepang untuk Penyakit Menular menggunakan kamera sensitivitas tinggi untuk menunjukkan seberapa jauh tetesan cairan pernapasan dari seorang pria ketika bersin dan bicara.
Kamera sensitivitas tinggi ini mengungkapkan bahwa tetesan cairan pernapasan besar dengan cepat jatuh ke tanah ketika si pria bersih. Tapi, partikel kecil dari tetesan cairan pernapasannya bertahan lama di udara.
"Partikel-partikel yang bertahan di udara itu semua lebih kecil dari 10 mikrometer atau hanya berdiametes 1/100 milimeter," kata peneliti.

Share:

Simak ! Fitur Baru Begini Video Call 8 Orang di WhatsApp




RupaRuppa - WhatsApp pada Selasa (28/4/2020) mengumumkan sudah memperbarui fitur panggilan video, sehingga kini peserta video call di aplikasi milik Facebook itu bisa berjumlah 8 orang dari yang tadinya cuma 4 orang.
"Mulai hari ini, kami menambah jumlah peserta yang bisa terlibat dalam panggilan suara dan video call WhatsApp dari 4 orang menjadi 8 orang," tulis WhatsApp di blog resminya.
Lalu bagaimanan cara video call 8 orang di WhatsApp? Caranya mudah saja. Kalian hanya perlu memperbarui aplikasi WhatsApp baik di sistem operasi Android maupun iOS.
"Untuk mengakses layanan ini, pengguna perlu memperbarui aplikasi WhatsApp, untuk Android dan iOS, ke versi terbaru. Setelah itu, sama seperti cara lama, lakukan panggilan suara atau video dan pilih kontak hingga delapan orang untuk berkomunikasi," terang WhatsApp.
Tetapi ingat, video call 8 orang di WhatsApp hanya akan sukses jika semua orang yang terlibat dalam panggilan video itu sudah memperbarui aplikasi mereka.
"Jadi, mintalah teman dan sanak-saudara kalian untuk memperbarui WhatsApp mereka," imbuh WhatsApp.
Penggunaan aplikasi WhatsApp di tengah wabah Covid-19 di dunia memang meningkat. Dalam satu bulan, rata-rata pengguna WhatsApp berbicara lewat panggilan selama lebih dari 15 miliar menit, jauh dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Share:

Mewah ! Persebaya Surabaya Rilis Jersey Edisi Spesial


Semangat Persebaya Surabaya menyongsong Liga 1 2020 nampaknya tak surut meski kini sedang terjadi wabah virus corona. Terbukti, manajemen Baju Ijo baru saja merilis jersey edisi spesial.
Jersey spesial tersebut sejatinya merupakan ubahan dari kostum ketiga Persebaya. Dominasi warna hitam yang selalu menjadi ciri khas tetap dipertahankan untuk musim ini.
Bedanya, kini corak Semanggi khas Surabaya menyelemuti hampir seluruh bagian jersey. Tidak lupa ikon Surabaya yang juga bagian dari logo yaitu Tugu Pahlawan, serta Suro dan Boyo tetap dipertahankan.
Menariknya, warna hitam tersebut dipadukan dengan aksen emas di beberapa bagian jersey yang membuatnya jadi lebih elegan. Lalu pemilihan warna monochrome hitam emas untuk emblem logo Persebaya dan sponsor menambah kesan eksklusif.
Menurut Senior Manager Persebaya, Arizal Perdana, peluncuran jersey tersebut sebagai penyemangat agar terus meraih prestasi. Selain itu, ini juga sebagai ajang untuk menuangkan kreativitas. 
''Pandemi corona memang sangat memukul seluruh elemen masyarakat. Namun, tim kami berkomitmen bahwa kreativitas dan keinginan untuk memberikan karya terbaik ke Bonek, pendukung Persebaya tetap harus dijalankan secara all out,'' ujar Arizal, dikutip dari laman resmi klub.
Jersey spesial ini juga tetap mengusung teknologi terkini. Fitur seperti anti odor, anti UV, dan teknologi quick dry menjadikan jersey ini makin berkelas.
Arizal menambahkan, jersey spesial Persebaya ini pun diproduksi secara terbatas. Tercatat hanya merilis 100 buah di batch pertama secara online mulai Senin (27/4/2020) kemarin.

Share:

Halo Pak Jokowi, Sumiyem Jadi Janda 35 Tahun Belum Pernah Cicipi Bansos Lho !


Selama 35 tahun jadi janda miskin, Sumiyem belum pernah mencicipi bantuan dari pemerintah. Usianya sudah 75 tahun, dia hidup sendiri di sebuah gubuk reyot di Kampung Sidomulyo, RT 050 RW 015, Kelurahan Sragen Wetan, Sragen.
Tak cumaitu, janda miskin ini hidup sebayang kara dan serba kekurangan. Mirisnya, dia tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kebutuhan sehari-harinya lebih banyak ditopang oleh anaknya yang bekerja sebagai buruh. Tetangga Sumiyem juga sering membantu ala kadarnya.
Sumiyem yang sudah tidak bekerja. Dia mengandalkan bantuan dari tetangga di sekitar rumahnya untuk bertahan hidup. Para tetangga bingung kenapa janda sebatang kara di Sragen itu tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.
“Saya juga tidak tahu, mengapa Mbah Sumiyem tidak pernah mendapat bantuan [dari pemerintah]? Padahal dia janda sebatang kara yang layak di bantu. Justru warga sekitar sini yang biasa datang membantu memberi makanan. Kadang saya berpikir, bagaimana kalau Mbah Sumiyem jatuh sakit? Siapa yang tahu kalau dia terbaring sendirian saat menahan sakit di rumah,” ujar Darmi, 42, tetangga depan rumah dari Sumiyem.
Saat Solopos.com (jaringan Suara.com) berkunjung ke sana, Selasa (28/4/2020) kemarin. Lantai tanah di dalam rumah Sumiyem masih basah akibat hujan semalam. Itu menandakan bila rumahnya sudah bocor.
Dinding yang terbuat dari anyaman bambu juga sudah keropos di sana-sini. Rasanya, tinggal menunggu waktu saja gubuk reyot itu bakal ambruk.
Tetapi Sumiyem sama sekali tidak berniat memperbaiki rumahnya karena tidak memiliki biaya. Dua dia memang sempat mendapat tawaran perbaikan rumah.
Namun, dia tidak bisa menyiapkan dana yang diminta untuk menambah pembelian material.
“Dulu saya memang pernah mendapat tawaran perbaikan rumah [RTLH] oleh Pak RT. Tapi, saya diminta menyiapkan dana Rp 11 juta dahulu [untuk tambahan pembelian material]. Karena saya tak punya uang sepeser pun, akhirnya rumah saya urung dibangun,” paparnya.
Sumiyem sudah 35 tahun menjanda. Suaminya, Cipto Supatmo, meninggal akibat kecelakaan pada 1985 silam.
Sejak saat itu dia harus memeras keringat untuk membesarkan 7 anaknya dengan berjualan gorengan keliling kampung.
Sayang, dua dari 7 anaknya meninggal dunia. Kini Sumiyem hidup sendirian lantaran lima anaknya yang telah berumah tangga dan merantau ke berbagai wilayah.
Tiga anaknya merantau ke Jember, Surabaya (Jawa Timur), dan Subang (Jawa Barat). Sementara dua lainnya tinggal di Sukodono dan Sragen Wetan.
Meski ada dua anak yang tinggal di Sragen, Sumiyem enggan menjadi beban mereka. Itulah sebabnya janda tua ini memilih hidup sebatang kara di gubuk reyot di Kampung Sidomulyo, Sragen.
Salah satu anak Sumiyem yang tinggal paling dekat dengan rumahnya bekerja sebagai buruh. Biasanya sepekan sekali dia bakal disambangi sang anak dan diberi uang.
“Anak saya yang paling dekat rumahnya dari sini itu hanya bekerja sebagai buruh. Biasanya sepekan sekali dia datang ke mari. Kalau ada uang, biasanya saya dikasih Rp 70.000,” terang Sumiyem.



Share:

ANTARA News

Berita Pilihan

Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia

Artikel

ADS

Sumber Duit Dari Blog

PPC Iklan Blogger Indonesia

Total Tayangan Halaman

Recent Comments

Hosting Unlimited Indonesia