MASALAH RIZKI
Ust. Nuzul Zikri, Lc
Perlu kit camkan, masalah nafkah bukan masalah banting ngebanting tulang
Masalah nafkah masalah taqwa
“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah akan berikan jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tidak ia duga-duga.” (Q.S. Ath-Thalaq : 2-3)
Nabi bersabda dalam hadits Tirmizi :
Kalau kalian benar-benar bertawakkal dengan tawakkal dengan yang sebenar-benarnya, maka Allah akan berikan kalian rizki sebagaimana Allah beri rizki kepada seekor burung. Burung keluar dipagi hari dalam kondisi perut lapar dan pulang disore hari
Liat,
Nabi katakan sore hari, bukan jam 12 malam…
Ada burung pulang jam 12 malam?
Enggak …
Burung pulang sore dan kenyang dan bawa rizki buat anak-anaknya
Keberkahan…
Ini bukan kuantitas berapa lama kita bekerja
Tapi kualitas Iman dan Taqwa kita dan Ikhtiar yang maksimal.
Ikhtiar yang maksimal bukan bekerja sampai jam 11 malam, sampai jam 2 malam, lalu weekend kita pakai untuk nambah-nambah buat cari sampingan sehingga kita lupa ngaji, kita lupa belajar, kita lupa ibadah
Ini nggak berkah
Ingat…
Burung bisa enjoy menikmati kehidupannya pulang sore. Makanya haditsnya pulang sore dalam kondisi tenang, kenyang, dan bisa kasi buat anak-anak.
Berkah soalnya karena Taqwa, karena Ikhtiar,
Karena burun nggak maksiat,
Karena burung nggak nipu orang,
Karena burung berdzikir kepada Allah
Tiap binatang berdzikir apa nggak kepada Allah?
Berdzikir…
Kita lupa dzikir, lupa ngaji, akhirnya kita di PERBUDAK oleh DUNIA
Allah kasih kita 168 jam/ pekan. Masa nggak punya waktu 2 jam untuk belajar agama? Sesibuk itukah kita? 168 jam, 2 jam aja nggak punya waktu?
Oh, sibuk banget kita…
Nabi aja kalah sibuk sama kita,
Nabi itu…
Rosul,
Ummatnya banyak,
Lalu Kepala Negara,
Lalu pemegang kunci Baitul Maal, m
Menteri keuangan,
Lalu yang berikutnya Panglima Perang, kalau bahasa kita Panglima TNI,
Itu masih sempat belajar dengan Malaikat Jibril
Kita?
Presiden bukan…
Menteri bukan…
Panglima TNI bukan…
Nggak sempat belajar?
Subhanallah…
Ini nyari apa sih dalam hidup?
Nabi istrinya Sembilan, kita istri satu dan banyak yang jomblo nggak ngaji-ngaji, jadi ini gimana sih?
Ini DIPERBUDAK DUNIA
Ini ada yang salah dalam hidup kita
Gak bisa demikian…
Dan semakin kita diperbudak dunia semakin sengsara…
Makanya sebagian para Ulama dulu, cari nafkahnya setiap hari hanya 2 jam.
Bisa Eksis…
Syeikh Albani itu kan tukang jam dan beliau gak kerja setiap hari dan kalaupun kerja paling hanya 2-3 jam, selesai tutup toko, baca, belajar, dan seterusnya.
Keberkahan ini yang hilang
Maka yakinlah kita harus kembali kepada bagaimana mengatur waktu sesuai denganAl Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
0 comments:
Posting Komentar